DPD IMM DIY Rumuskan Rekomendasi Strategis Gerakan Nasional IMM Menjelan Tanwir Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah

DPD IMM DIY Rumuskan Rekomendasi Strategis Gerakan Nasional IMM Menjelan Tanwir Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah

Yogyakarta, 28 Oktober 2025 — Menjelang pelaksanaan Tanwir Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) bertema “Energi Kolektif untuk Negeri”, Dewan Pimpinan Daerah Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Daerah Istimewa Yogyakarta (DPD IMM DIY) meluncurkan Mosi Kebangsaan:Meneguhkan Identitas, Menyongsong Masa Depan.

Salah satu bagian paling penting dari dokumen ini adalah Rumusan Rekomendasi Strategis, yang disusun sebagai panduan arah gerak gerakan IMM dari pusat hingga komisariat di seluruh Indonesia. Rekomendasi ini menjadi buah refleksi intelektual sekaligus seruan pembaruan organisasi di tengah perubahan zaman yang cepat.

Mosi Kebangsaan ini disusun oleh Hizba Muhammad Abror (Ketua Bidang Tabligh dan Kajian Keislaman DPD IMM DIY) dan Reza Fauzi Nur Taufiq (Ketua Bidang Riset dan Pengembangan Keilmuan DPD IMM DIY), dengan semangat membumikan visi Energi Kolektif untuk Negeri menjadi strategi gerakan yang berkelanjutan.

Ketua Umum DPD IMM DIY, Muh. Taufiq Firdaus, S.H., M.H., menyatakan bahwa rekomendasi ini adalah bentuk tanggung jawab moral-intelektual IMM terhadap bangsa dan persyarikatan.

“IMM harus hadir bukan sekadar dengan semangat, tetapi dengan strategi. Rekomendasi ini menunjukkan bagaimana energi kolektif diwujudkan menjadi tata kelola, pembaruan dalam kaderisasi, dan kontribusi nyata bagi negeri,” ujarnya.

Penguatan Tata Kelola dan Komunikasi Lintas Level

Dalam era disrupsi digital, DPD IMM DIY menilai pentingnya pembaruan tata kelola organisasi berbasis digital governance — sistem komunikasi cepat, transparan, dan terintegrasi antarlevel.
Digitalisasi tata kelola, menurut dokumen tersebut, bukan sekadar efisiensi administrasi, tetapi langkah strategis untuk memastikan transparansi data kader, kesinambungan kaderisasi, dan profesionalitas gerakan.

IMM masa depan harus mampu menampilkan wajah organisasi yang modern, adaptif, dan berdaya saing, baik dalam pengelolaan data, pengetahuan, maupun kolaborasi lintas daerah. Sistem informasi kader berbasis digital dan komunikasi lintas level menjadi pilar untuk menghidupkan koordinasi pusat–daerah–komisariat secara berkelanjutan.

Pembaruan Sistem Kaderisasi Nasional Berbasis Learning Community dan Research-Driven Leadership

Kaderisasi disebut sebagai jantung gerakan IMM. Namun, DPD IMM DIY menilai bahwa tantangan zaman menuntut model kaderisasi yang lebih kontekstual dan partisipatif.
Rekomendasi ini mendorong agar kaderisasi IMM tidak berhenti pada pelatihan formal dan kegiatan seremonial, tetapi bertransformasi menjadi ekosistem belajar berkelanjutan (learning community) yang menumbuhkan nalar kritis, inovasi, dan kolaborasi lintas disiplin.

Lebih jauh, DPD IMM DIY mengusulkan model kepemimpinan baru: research-driven leadership — kepemimpinan kader yang berakar pada riset, analisis sosial, dan pemetaan realitas umat serta bangsa. Model ini diharapkan melahirkan kader yang bukan hanya piawai dalam retorika, tetapi tangguh dalam praksis dan mampu memberi solusi berbasis ilmu untuk persoalan masyarakat.

“Kader IMM masa depan harus berpikir dengan data, bergerak dengan empati, dan memimpin dengan riset,” tulis tim penyusun dalam dokumen tersebut.

Penguatan Kapasitas IMM di Bidang Ekonomi Kreatif dan Sosial

Kemandirian organisasi menjadi syarat mutlak bagi gerakan mahasiswa yang ingin bertahan dan berdaya di tengah tantangan sosial-ekonomi. Karena itu, DPD IMM DIY mendorong pengembangan unit ekonomi kreatif dan sosial berbasis kaderisasi.

Setiap tingkat kepengurusan IMM diharapkan membentuk laboratorium ekonomi sosial, baik dalam bentuk lembaga kewirausahaan, media kreatif, maupun platform pemberdayaan masyarakat. Tujuannya bukan sekadar mencari sumber dana alternatif, tetapi menciptakan wadah pembelajaran nyata bagi kader untuk mempraktikkan dakwah sosial dan literasi ekonomi.

Dengan cara ini, semangat dakwah dan intelektualisme kader akan berkelindan dengan kemandirian finansial serta kontribusi konkret kepada masyarakat.

Penetapan Roadmap Nasional IMM 2025–2045

Salah satu rekomendasi paling strategis dari Mosi Kebangsaan adalah usulan penyusunan Roadmap Nasional IMM 2025–2045, yang menjadi peta jalan jangka panjang arah gerak Ikatan. Dokumen tersebut diharapkan menjadi instrumen konsolidasi nasional untuk menjaga kesinambungan misi gerakan di tengah perubahan generasi.

Roadmap ini memuat tiga orientasi utama:

  1. Gerakan Intelektual – memperkuat basis riset, publikasi ilmiah, dan forum intelektual kader.
  2. Dakwah Digital – membangun narasi Islam progresif di ruang digital untuk menandingi arus konservatisme dan disinformasi.
  3. Kontribusi Sosial-Ekologis – mendorong keterlibatan kader dalam isu kemanusiaan, lingkungan, dan keadilan sosial sebagai bentuk praksis keimanan.

Dengan adanya roadmap ini, IMM diharapkan dapat menjaga konsistensi arah gerak selama dua dekade ke depan, memastikan bahwa setiap generasi kader memiliki pedoman nilai dan arah kerja yang berkesinambungan.

Arah Baru Energi Kolektif

Mosi Kebangsaan DPD IMM DIY menutup rumusan rekomendasi dengan seruan reflektif:

“Masa depan bangsa, umat, dan persyarikatan tidak akan ditentukan oleh jumlah massa atau kekuatan struktural, melainkan oleh keteguhan nilai, kejernihan arah, dan keberanian intelektual menghadapi perubahan.”

Melalui rumusan ini, DPD IMM DIY mengajak seluruh kader IMM di Indonesia untuk menjadi bagian dari energi kolektif yang tercerahkan — gerakan yang tidak hanya hadir untuk negeri hari ini, tetapi juga menyiapkan masa depan Indonesia yang bermartabat, berdaulat, dan berkeadaban.

Previous Mosi Kebangsaan : Meneguhkan Identitas Menyongsong Masa Depan

Ikuti kami di

Jl. Gedongkuning No.130B, Kotagede, D.I. Yogyakarta, 55171

IT DPD IMM DIY © 2024.