Oleh: Tati*
Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan (HAKTP) diperingati setiap tahunnya sebagai upaya untuk mendorong penghapusan kekerasan terhadap perempuan di seluruh dunia. Setiap tahunnya, berbagai organisasi perempuan juga ikut mengampanyekan isu ini, tak terkecuali organisasi umum lainnya.
Sebagaimana yang kita ketahui, UN Women atau entitas PBB untuk Kesetaraan Gender dan Pemberdayaan Perempuan memberikan pengenalan bentuk-bentuk kekerasan terhadap perempuan berupa kekerasan fisik, kekerasan seksual, dan kekerasan psikis. Bahkan Komnas Perempuan melalui Catatan Akhir Tahun (Catahu) Kekerasan terhadap Perempuan tahun 2019 membuat kategorisasi kekerasan terhadap perempuan berdasarkan ranah pribadi, komunitas, dan negara.
Pada Catahu 2019 juga disampaikan bahwa kekerasan terhadap perempuan yang terjadi sepanjang tahun 2018, yang perlu mendapat perhatian diantaranya tentang marital rape (perkosaan dalam perkawinan), laporan incest (pelaku paling banyak orang terdekat, seperti ayah dan paman), kekerasan dalam pacaran, hingga kasus cyber crime berbasis gender.
Melihat penekanan kasus pada Catahu tersebut, tentunya kasus kekerasan yang sering terjadi terhadap perempuan ini cenderung mengarah terhadap kekerasan seksual, yang mana tindakan kekerasan seksual juga berpotensi dan berimplikasi dengan tindakan kekerasan fisik dan kekerasan psikis. Permasalahan perempuan tidak hanya menjadi masalah perempuan tetapi juga bersama.
Kekerasan Seksual di Sekitar
Kekerasan seksual merupakan permasalahan kemanusiaan yang tidak pernah selesai, setiap tahunnya kasus kekerasan seksual terus mengalami peningkatan. Hal ini menjadi persoalan serius apabila tidak disikapi secara serius. Keseriusian ini diwujudkan dengan pentingnya mengetahui dan menghadapi kasus kekerasan seksual.
Kekerasan seksual perlu mendapat perhatian dari setiap elemen masyarakat secara sadar untuk terlibat dalam pendampingan, pemahaman, pendidikan, dan pelayanan terhadap permasalahan kekerasan seksual. Hal tersebut diawali dengan kemauan.
Kekerasan seksual rentan terjadi terhadap perempuan, hal itu disebabkan perempuan secara biologis, psikologis, hingga sosiologis berbeda dengan laki-laki. Secara biologis, perempuan menjadi objek rentan korban kekerasan seksual dikarenakan daya tahan tubuh perempuan berbeda dengan laki-laki. Secara psikologis, perempuan memiliki kondisi emosional yang berbeda dengan laki-laki. Sedangkan secara sosiologis, perempuan tidak pernah mendapatkan kesempatan secara proporosional dalam pengakuan dan relasi sosial.
Namun demikian, kekerasan seksual juga tidak selalu dilakukan antar lawan jenis, dengan sesama jenis juga memungkinkan. Kekerasan seksual terjadi setiap hari tanpa disadari. Sekali kamu melakukan kekerasan seksual, selamanya kamu mengubah kehidupan seseorang.
Menghadapi Kekerasan Seksual
Hal yang perlu kita ketahui adalah tidak setiap individu sebagaimana yang kita persepsikan dan kita asumsikan, tidak terkecuali laki-laki maupun perempuan. Semua memiliki kekerentanannya masing-masing dengan tingkatan kerentanan yang berbeda.
Dampak dari kekerasan seksual yang paling nyata adalah rasa takut, khawatir, dan cemas. Kesemuanya menjadi trauma dan menjadikan individu tidak berani menyatakan diri dalam pergaulan dilingkungan sekitarnya. Menjadikan individu menutup dan membatasi diri.
Jika mau menyadari, penyintas kekerasan seksual sangat banyak disekitar kita, termasuk teman-teman kita. Ia bisa berwujud menjadi sangat terbuka atau sangat tertutup. Kenali dia dari perubahan cepatnya. Kenali dia dengan perlakuan sama. Temani dia.
Bagi sebagian pelaku tindakan kekerasan seksual, ia juga mengalami dampak yang berkepanjangan, rasa bersalah membentuk ketidaknyamanan dalam diri yang berakibat pada kegugupan sikap dan tuturkata dalam bergaul, termasuk ketidakteraturan pola pikir.
Upaya kekerasan seksual harus kita hadapi bersama-sama dimulai dari diri kita. Mulailah berkemauan untuk memahami, mulailah berani menyatakan diri untuk peduli, mulailah untuk menjadi berarti dengan membuat mereka berarti.
Tati, Ketua DPD IMM DIY Bidang Immawati, mahasiswa pascasarjana UGM.