{"id":861,"date":"2020-04-10T03:14:09","date_gmt":"2020-04-10T03:14:09","guid":{"rendered":"https:\/\/immdiy.or.id\/kelon\/?p=861"},"modified":"2020-04-10T03:14:09","modified_gmt":"2020-04-10T03:14:09","slug":"muhammadiyah-lawan-corona","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/immdiy.or.id\/barajuang\/2020\/04\/10\/muhammadiyah-lawan-corona\/","title":{"rendered":"Muhammadiyah Lawan Corona"},"content":{"rendered":"<p><strong>Oleh: Herlambang Dwi Prasetyo<\/strong><\/p>\n<p>Wabah Covid-19 atau Corona benar-benar memberikan dampak yang besar ke seluruh dunia, termasuk segala aspek kehidupan masyarakat baik dari aspek kesehatan, sosial, ekonomi, pariwisata, hingga kebudayaan.<em>\u00a0<\/em>Wabah ini pun mulai mendapatkan perlawanan dari seluruh masyarakat dunia, di antaranya adalah Muhammadiyah sebagai salah satu gerakan modernis yang ada di Indonesia.<\/p>\n<p>Sejak awal kemunculan wabah ini, Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir telah memberikan instruksi.<em>\u00a0<\/em>Muhammadiyah sudah melakukan kegiatan untuk melawan <em>Corona<\/em> seperti menyiapkan Rumah Sakit PKU untuk merawat pasien baik dari PDP hingga positif Corona, meliburkan Perguruan Tinggi Muhammadiyah (PTM) untuk mengurangi penyebaran virus ini, memberi arahan dan edukasi tentang virus Corona baik secara <em>online<\/em> maupun <em>offline<\/em>, membentuk Tim Muhammadiyah Covid-19 Command Center (MCCC) yang diketuai oleh dr. Corona Rintawan, hingga melakukan kegiatan filantropi untuk membantu sesama.<\/p>\n<p>Istilah filantropi berasal dari bahasa Yunani yakni <em>Philanthropia <\/em>yang diartikan sebagai cinta manusia. Secara harfiah filantropi diartikan sebagai kepedulian seseorang atau sekelompok orang kepada orang lain berdasarkan kecintaan kepada manusia.<\/p>\n<p>Memakai salah satu teori aktivisme filantropi (Helmut K. Anheier dan Diana Leat : 2006), Muhammadiyah menjalankan yang disebut sebagai filantropi kreatif, yakni salah satu pendekatan dimana ia dapat mengembangkan berbagai perangkat dan praktik model pelayanan filantropi. Gerakan filantropi Muhammadiyah dilakukan melalui lembaga yang dimilikinya yaitu Lembaga Amal Zakat Muhammadiyah (Lazismu). Lembaga yang didirikan dengan semangat Teologi Al-Ma\u2019un ini ikut berperan aktif dalam melawan wabah ini, terutama dalam aspek sosial dan ekonomi.<\/p>\n<p>Dalam pelaksanaan di lapangan, dari Lazismu tingkat pusat hingga ranting melakukan kegiatan penggalangan dana (f<em>undraising<\/em>) dengan berbagai cara baik secara <em>online<\/em> ataupun <em>offline. C<\/em>ara <em>online<\/em> dengan melakukan transfer melalui rekening seperti biasa ada juga yang berkerja sama dengan dompet-dompet digital seperti OVO, GO-PAY, Danaku, dan dompet-dompet digital yang lain. Lazismu pusat berkerja sama dengan <em>kitabisa.com<\/em> dalam penggalangan dana.<\/p>\n<p>Untuk cara <em>offline<\/em>, Lazismu melakukan pembukaan posko bantuan agar para donatur bisa berdonasi ataupun melakukan penjemputan ke para donatur. Donasi yang diberikan tidak hanya berbentuk uang akan tetapi barang-barang yang dibutuhkan saat ini seperti Alat Pelindung Diri (APD), masker, <em>handsanitizer<\/em>, sabun, hingga sembako.<\/p>\n<p>Untuk penyalurannya, Lazismu menargetkan orang-orang yang berisiko yakni para petugas medis yang berjuang melawan corona, ojek <em>online<\/em>, pedagang kaki lima, buruh, dan orang-orang yang terpaksa harus beraktivitas di luar rumah karena terdesak oleh peraturan maupun kebutuhan yang sangat mendesak.<\/p>\n<p>Selain memberikan bantuan, Lazismu pun melakukan kegiatan penyemprotan di tempat umum, masjid-masjid, dan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) untuk mengurangi penyebaran virus. Muhammadiyah mengerahkan beberapa relawan untuk ikut membantu tim medis dalam melawan wabah ini.<\/p>\n<p>Banyaknya kegiatan filantropi yang dilakukan Lazismu, baik tingkat ranting dan cabang, bahkan termasuk beberapa Organisasi Otonom Muhammadiyah (Ortom) seperti Pemuda Muhammadiyah, Nasyiatul &#8216;Aisyiyah, Ikatan Pelajar Muhammadiyah, dan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah,\u00a0 Hizbul Watho,\u00a0 dan Tapak Suci pun ikutan dalam gerakan ini.<\/p>\n<p>Hal ini menunjukkan bahwa sifat memberi (a<em>ltruisme<\/em>) yang dimiliki oleh warga Muhammadiyah tidak hanya sekedar teori, tetapi sudah menjadi sebuah kebiasaan. Warga Muhammadiyah pun menyadari bahwa ini saatnya untuk saling bahu membahu (t<em>a&#8217;awun<\/em>) dan berkerja sama untuk melewati situasi sulit ini. Tidak hanya dengan melakukan kegiatan yang dapat melindung diri seperti <em>work from home<\/em>, <em>social <\/em>\u00a0<em>physical distancing<\/em>, tapi juga melakukan kegiatan berbagi terhadap orang lain.<\/p>\n<p>IMM pun tak luput dalam andil kegiatan filantropi ini. Beberapa contoh kegiatan filantropi yang dilakukan oleh IMM yaitu penggalangan dana yang baru-baru ini dilakukan oleh DPD IMM DIY dan juga oleh PC IMM SLEMAN yang berkerja sama dengan <em>kitabisa.com<\/em>.<\/p>\n<p>Hal ini tentu sangat membanggakan, meski ada sedikit kritik yang sering dilontarkan terhadap kegiatan penggalangan dana. Pelaku penggalangan belum tentu ikut menyumbang adalah sebuah kritik yang perlu direnungkan juga, terlepas dari benar atau salah kritik tersebut. Maka sudah selayaknya dalam kegiatan penggalangan dana tersebut, terkhusus para kader IMM untuk tidak lupa ikut memberi\u00a0 terlebih dahulu sebelum meminta.<\/p>\n<p>*<em><strong>Herlambang Dwi Prasetyo<\/strong>, Ketua Bidang Riset dan Pengembangan Keilmuan (RPK) PC IMM Sleman<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Oleh: Herlambang Dwi Prasetyo Wabah Covid-19 atau Corona benar-benar memberikan dampak yang besar ke seluruh dunia, termasuk segala aspek kehidupan masyarakat baik dari aspek kesehatan, sosial, ekonomi, pariwisata, hingga kebudayaan.\u00a0Wabah ini pun mulai mendapatkan perlawanan dari seluruh masyarakat dunia, di antaranya adalah Muhammadiyah sebagai salah satu gerakan modernis yang ada di Indonesia. Sejak awal kemunculan&hellip; <a class=\"more-link\" href=\"https:\/\/immdiy.or.id\/barajuang\/2020\/04\/10\/muhammadiyah-lawan-corona\/\">Continue reading <span class=\"screen-reader-text\">Muhammadiyah Lawan Corona<\/span><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":862,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[8],"tags":[63,64,78,99,121,133],"class_list":["post-861","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-opini","tag-corona","tag-covid-19","tag-filantropi","tag-imm","tag-lazismu","tag-muhammadiyah","entry"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/immdiy.or.id\/barajuang\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/861","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/immdiy.or.id\/barajuang\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/immdiy.or.id\/barajuang\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/immdiy.or.id\/barajuang\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/immdiy.or.id\/barajuang\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=861"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/immdiy.or.id\/barajuang\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/861\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/immdiy.or.id\/barajuang\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=861"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/immdiy.or.id\/barajuang\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=861"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/immdiy.or.id\/barajuang\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=861"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}